Showing posts with label CyberCrime / Life. Show all posts
Showing posts with label CyberCrime / Life. Show all posts

Saturday, 8 June 2013

Fakta Unik Mengenai "Googol"


Ada banyak cerita dan pemberitaan media yang menarik seputar Google. Namun ternyata, masih ada fakta-fakta unik yang belum diketahui oleh banyak orang tentang perusahaan tersebut. Berikut beberapa fakta unik yang menarik.

Nama Google lahir karena "kecelakaan".
Sejarah Google dimulai dari proyek yang dikerjakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 1996. Saat itu, kedua mahasiswa pascasarjana di Stanford University itu berkolaborasi mengembangkan mesin pencari bernama BackRub, yang dioperasikan menggunakan server di kampus mereka. 

Pada 1997, Larry dan Sergey mengganti nama BackRub menjadi Googol. "Googol" merupakan istilah matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol. Nama ini diambil untuk menjelaskan misi Google sebagai gudang informasi tak terbatas di internet. 

Akan tetapi, para investor rupanya salah mengeja nama Googol menjadi Google, dan telanjur menuliskannya dalam cek. Hal itu membuat Brin dan Page akhirnya "mentok" menggunakan nama Google untuk mesin pencari mereka.

Google merupakan salah satu perusahaan digital yang gencar mengakuisisi startup yang berpotensi. Di antaranya, YouTube, Android, Motorola Mobility, Pyra Labs yang mengembangkan Blogger, serta Keyhole Inc yang melahirkan layanan Google Maps dan Google Earth. 

Hingga kini, sudah ada ratusan startup (perusahaan rintisan) yang diakuisisi oleh Google. Sejak 2010, jika dirata-rata, maka Google telah mengakuisisi lebih dari satu perusahaan setiap minggu.

Halaman muka Google tampil bersih sejak kali pertama beroperasi karena dulu kedua pendirinya tidak menguasai HTML. Page dan Brin juga menginginkan mesin pencari dengan antarmuka yang ringkas. Karena itu, pencarian melalui Google dibuat sederhana. Pengguna cukup menekan tombol Enter setelah memasukkan kata kunci pencariannya. 

Hingga kini, tampilan homepage Google yang bersih, hanya menampilkan logo dan kotak pencarian, tetap dipertahankan.

Masih ada fakta-fakta menarik lainnya. Indeks pencarian Google memiliki ukuran raksasa, yakni lebih dari 100 juta gigabyte. Dengan kata lain, butuh lebih dari 100.000 hard disk personal berukuran 1 terabyte untuk menyimpan indeks pencarian itu. 

Untuk menampilkan informasi pada aplikasi Street View yang merupakan bagian dari Google Maps, jika ditotal, maka Google telah memotret jalan sepanjang 5 juta mil atau 8,046 juta km. 

Pada tahun 2012, Google telah menemukan lebih dari 30 triliun URL unik di web. Coba bandingkan dengan jumlah URL unik pada tahun 2008, yang hanya berjumlah 1 triliun! 

Satu lagi fakta unik tentang Google. Perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan digital paling besar dan paling penting di dunia. Namun ternyata, masih ada kesalahan kode di halaman muka Google. Kalau tidak percaya, sila cek tautan ini.

Sumber : Kompas.Tekno

Sunday, 7 April 2013

April Mop, Google dan Microsoft Saling Ejek

Tanggal 1 April kemaren berbagai macam berita seru tetapi palsu. Nah, bagi dua raksasa Google dan Microsoft, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk saling ejek, mudah-mudahan tanpa rasa sakit hati.

Melalui video "Gmail Blue", Google menyindir Windows Blue dari Microsoft yang belum dirilis secara resmi. "Ini adalah Gmail, hanya saja tampilannya lebih biru," ujar Project Manager Google Richard Pargo dalam video itu.

Dia menjelaskan bahwa "Gmail Blue" adalah usaha Google "menciptakan ulang Gmail, sementara mempertahankan bentuknya agar tetap sama". Alhasil, jadilah Gmail Blue yang sejatinya sama saja dengan Gmail sebelumnya, tetapi memiliki tampilan serba biru, mulai dari warna tombol hingga font tulisan.

Pesan dalam video tersebut dimaksudkan sebagai ejekan atas Microsoft yang sedang menyiapkan sistem operasi Windows 8 (Windows Blue) yang dikatakan mengusung fitur-fitur baru dan beberapa perubahan interface.

Tentu, video in hanya dimaksudkan sebagai lelucon saja. Gmail yang sebenarnya tak mengalami perubahan warna apa pun.

Bagaimana Microsoft menanggapi ejekan itu? Seperti dilansir oleh The Verge, raksasa software ini sempat menampilkan laman Bing search polos serupa Google Search, lengkap dengan huruf "Bing" berwarna-warni dan tombol "I'm feeling confused (Saya merasa bingung)" di bagian bawah kolom pencarian.

Selain video "Gmail Blue", Google juga menyiarkan sejumlah berita bohongan untuk menyambut April Mop tahun ini, termasuk mengumumkan bakal menutup YouTube, memperkenalkan layanan pencarian berbasis baru, dan memberi peta harta karun.

Lihat pada link berikut.
Introducing Gmail Blue

Tuesday, 19 March 2013

April, "Hacker" Bersatu Menyerang Situs Israel


Kelompok aktivis peretas (hacker) Anonymous berencana melancarkan serangan terorganisasi bernama #OpIsrael. Ini merupakan serangan cyber kepada Israel yang dimulai pada 7 April 2013 mendatang.

Anonymous meminta para peretas di seluruh dunia untuk bergabung dalam gerakan ini. Mereka punya misi "menghapus Israel dari internet."

"Tim hacker memutuskan untuk bersatu melawan Israel sebagai satu kesatuan, dan Israel harus siap menjadi pihak yang "terhapus" di internet. Ini bukan satu hacker, bukan satu tim hacker, tapi ini adalah kumpulan berbagai hacker," tulis kelompok Anonymous.

Mereka mengatakan, ini akan menjadi serangan siber terbesar yang pernah ditujukan untuk suatu negara. Dilihat dari daftar peretas yang bersedia bergabung, banyak yang berasal dari kawasan Timur Tengah.

Media massa Haaretz asal Israel melaporkan, pemerintah menanggapi serius ancaman ini dan menyiapkan pertahanan cyber negara. Direktur Kelompok Online Pemerintah Israel Ofir Ben Avi mengakui, #OpIsrael sedang diorganisasikan dalam beberapa hari terakhir. 

"Yang membedakan gerakan ini dengan serangan sebelumnya adalah, ini benar-benar dilakukan oleh kelompok Anonymous yang berafiliasi dari seluruh dunia yang bergabung jadi satu kekuatan," kata Ben Avi.

Sumber : Kompas.

Telkom dan Biznet Bantah "Intai" Pengguna Internet


Dua perusahaan penyedia jasa internet besar di Indonesia, Telkom dan Biznet Network, membantah dugaan pihaknya menggunakan perangkat lunak intelijen untuk memata-matai pengguna internet.

Hasil penelitian Citizen Lab, Universitas Toronto, Kanada, menunjukkan bahwa tiga perusahaan penyedia jasa internet (internet service provider atau ISP) di Indonesia memakai perangkat lunak FinFisher atau dikenal juga sebagai FinSpy. Selain Telkom dan Biznet, Matrixnet Global juga diduga memata-matai pelanggan.

"Dari Biznet tidak ada policy seperti itu. Kita sedang cek IP address itu punya siapa," kata Presiden Direktur Biznet Network Adi Kusma saat dihubungi.

Hal senada diungkapkan pihak Telkom. "Bahwa Telkom tidak mempunyai server untuk melakukan monitoring atau memata-matai pelanggan," ujar Slamet Riyadi, Head of Corporate Communication and Affair Telkom.

FinFisher adalah perangkat lunak pemantau jarak jauh yang dikembangkan oleh Gamma International di Muenchen, Jerman. Menurut Citizen Lab, produk FinFisher dipasarkan dan dijual secara eksklusif untuk penegak hukum dan badan intelijen oleh Gamma Group yang berbasis di Inggris.

"FinSpy menangkap informasi dari komputer yang terinfeksi, seperti password dan panggilan Skype, dan mengirimkan informasi ke server perintah dan kontrol FinSpy," demikian hasil penelitian Citizen Lab.

Dalam hasil penelitian, Citizen Lab mengungkap alamat internet protokol (IP address) di Indonesia yang diduga mengandung FinSpy atau FinFisher. Alamat IP Telkom dan Matrixnet Global tidak diungkap sepenuhnya.

- 118.97.xxx.xxx PT Telkom dari Indonesia
- 118.97.xxx.xxx PT Telkom dari Indonesia
- 103.28.xxx.xxx PT Matrixnet Global dari Indonesia
- 112.78.143.34 Biznet ISP dari Indonesia
- 112.78.143.26 Biznet ISP dari Indonesia

Menurut Slamet, berdasarkan parsial IP address yang dilaporkan Citizen Lab, disimpulkan bahwa itu adalah pelanggan Astinet/Transit Telkom. "Untuk mengidentifikasinya perlu IP address yang lengkap," ungkap Slamet.

Untuk memblokir IP address tersebut, lanjut Slamet, harus ada permintaan dari computer emergency response team (CERT) negara, dalam hal ini Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Citizen Lab mencatat, perangkat lunak FinSpy terdeteksi di 25 negara. Selain Indonesia, ia juga ada di Australia, Bahrain, Banglades, Brunei, Kanada, Ceko, Estonia, Etiopia, Jerman, India, Jepang, Latvia, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Belanda, Qatar, Serbia, Singapura, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Sumber : Tekno.Kompas.

Tuesday, 12 March 2013

Google Pamerkan Sepatu Yang Bisa Bicara


Mempunyai dana riset yang luar biasa besar membuat Google bisa berinovasi dengan "liar". Setelah mengejutkan dengan proyek kacamata pintar Google Glass, Google kembali memamerkan proyek yang cukup nyeleneh.

Perusahaan mesin pencari di internet ini memamerkan sepasang sepatu pintar. Seperti dikutip dari Engadget, Senin (11/3/2013), sepatu bikinan Google ini dapat berbicara layaknya manusia ke penggunanya.

Sepatu Google ini dapat memberi komentar atas segala kegiatan yang dilakukan oleh pemakainya. Misalnya, saat penggunanya bermalas-malasan, sepatu ini langsung berteriak dan mengajak penggunanya untuk jalan-jalan atau bergerak.

Suara yang dikeluarkannya berasal dari speaker yang terdapat di bagian atas sepatu. Terdapat pula sensor gyroscope dan accelerometer yang dapat mampu mendeteksi gerakan pemakainya.

Saat diperagakan, Google menggunakan sepatu olahraga merek Adidas yang dilengkapi seperangkat mikrokontroler.





Selain dapat mengeluarkan respons suara, sepatu ini dapat memberikan responsnya ke ponsel Android melalui Bluetooth. 



Sepatu pintar ini bagian dari proyek Art, Copy, & Code yang merupakan bagian dari divisi Google Playground.

Meski sangat menarik konsepnya, Google belum berencana memproduksi sepatu pintar ini secara massal. Juru bicara Google menyatakan kepada Cnet, sepatu pintar yang dipamerkan pada ajang SXSW di AS tersebut hanyalah sebuah eksperimen dan Google tidak akan masuk ke industri sepatu.

Sumber : kompas.tekno

Sunday, 10 March 2013

Miliarder Termuda di Dunia

Ada 1426 miliarder di dunia pada tahun ini. Mereka merupakan orang terkaya di antara yang kaya. Namun, hanya 23 orang dari daftar kelas atas tersebut yang berusia di bawah 40 tahun, dengan kombinasi menarik dari uang dan kemudaan.

Sebanyak 23 orang tersebut memiliki total uang sebesar $68 miliar (sekitar Rp657 triliun). Delapan di antaranya berasal dari sektor teknologi, termasuk empat orang dari raksasa jejaring sosial Facebook.

Sembilan di antaranya berasal dari Amerika Serikat, sisanya dari luar negeri. Tiga orang merupakan pendatang baru dalam peringkat miliarder. Baca daftar lengkapnya di bawah ini (berurutan mulai dari yang paling muda ke yang paling tua).

No. 1: Dustin Moskovitz
Usia: 28
Nilai kekayaan: $3,8 miliar (sekitar Rp36,7 triliun)

Moskovitz, mantan teman sekamar Mark Zuckerberg, sudah tidak bekerja lagi di Facebook, situs jejaring sosial raksasa yang didirikan bersamanya. Ikut dalam amal Bill Gates dan Warren Buffett, Giving Pledge, Moskovitz mengendarai sepeda ke tempat kerja, terbang dengan penerbangan komersial, dan membangun kemah sendiri di Burning Man.

No. 2: Mark Zuckerberg
Usia: 28
Nilai kekayaan: $13,3 miliar (sekitar Rp128,5 triliun)

Tidak ada CEO yang diperhatikan media lebih dari Zuckerberg (yang hanya 8 hari lebih tua dari Moskovitz). Sejak melepas saham Facebook ke publik pada Mei 2012, dan menikah beberapa hari kemudian, miliarder itu melihat nilai kekayaannya naik dan jatuh dengan setiap fluktuasi harga saham.

No. 3: Albert von Thurn und Taxis
Usia: 29
Nilai kekayaan: $1,5 miliar (sekitar Rp14,4 trilun)

Albert von Thurn und Taxis pertama kali muncul dalam peringkat miliarder Forbes pada usia 8 tahun, namun secara resmi mewarisi kekayaannya pada 2001, saat hari ulangtahunnya yang ke-18. Dia juga merupakan pengemudi mobil balap dan tur dengan liga balap mobil Jerman.

No. 4: Scott Duncan
Usia: 30
Nilai kekayaan: $5,1 miliar (sekitar Rp49,2 triliun)

Duncan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang mewarisi kekayaan besar dari mendiang ayahnya, pengusaha pipa penyalur energi Dan Duncan, pendiri Enterprise Products Partners. Saat ini, perusahaan itu memiliki lebih dari 50.000 mil gas alam, minyak, dan jalur pipa petrokimia.

No. 5: Eduardo Saverin
Usia: 30
Nilai kekayaan: $2,2 miliar (sekitar Rp21,2 triliun)

Salah satu pendiri Facebook, Saverin meninggalkan kewarganegaraan Amerika Serikat pada 2011, berita yang merebak beberapa hari sebelum IPO Facebook dan memunculkan tuduhan penggelapan pajak. Saverin, diabadikan dalam “The Social Network” sebagai mantan sahabat Mark Zuckerberg, menyelesaikan pertempuran hukum yang panjang dengan Facebook, dan menerima saham sebesar 5 persen. Dia sekarang tinggal di Singapura dan berinvestasi di perangkat lunak.

No. 6: Huiyan Yang
Usia: 31
Nilai kekayaan: $5,7 miliar (sekitar Rp55 triliun)

Yang, putri dari pendiri developer rumah mewah Holdings Country Garden, merupakan perempuan terkaya di Cina. Ayahnya mengalihkan sahamnya ke perempuan lulusan Ohio State itu sebelum IPO perusahaan pada 2007.

No. 7: Fahd Hariri
Usia: 32
Nilai kekayaan: $1,35 miliar (sekitar Rp13 triliun)

Fahd Hariri adalah putra bungsu mendiang PM Lebanon Rafik Hariri. Dia lulus dari Ecole Speciale d'Architecture de Paris pada 2004. Semasa mahasiswa, dia menjalankan sebuah studio desain interior di pinggiran kota, dan menjual furnitur untuk klien di Arab Saudi.

No. 8: Marie Besnier Beauvalot
Usia: 32
Nilai kekayaan: $1,5 miliar (sekitar Rp14,4 triliun)

Marie, bersama dengan saudara kandungnya Emmanuel (42) dan Jean-Michel (45), mewarisi raksasa susu Prancis Lactalis, produsen populer keju brie Président selain ratusan merek keju, susu dan yogurt lainnya.

No. 9: Sean Parker
Usia: 33
Nilai kekayaan: $2 miliar (sekitar Rp19,3 triliun)

Parker merombak promosi permulaan Airtime, dengan harapan bahwa situs percakapan video itu akan memiliki dampak bagi perusahaan Web yang lainnya. Pada usia 19 tahun, Parker melewatkan perguruan tinggi untuk mengacaukan industri rekaman dengan situs pertukaran musik Napster. Dia menjabat sebagai presiden pertama Facebook pada usia 24.

No. 10: Ayman Hariri
Usia: 34
Nilai kekayaan: $1,35 miliar (sekitar Rp13 triliun)

Hariri merupakan putra mendiang PM Lebanon Rafik Hariri. Dia terlibat dalam menjalankan Saudi Oger, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, dan sumber kekayaan keluarga Hariri.

Saturday, 9 March 2013

Internet Explorer Berbahaya !!! [?]


Hati-hati bagi Anda yang biasa menggunakan browser Internet Explorer milik Microsoft. Menurut kabar terbaru yang diungkapkan oleh Spider.io, IE versi 6 hingga 10 memiliki kerentanan terhadap serangan hacker.

Serangan yang dimaksudkan oleh Spider.io memungkinkan memungkinkan hacker untuk mencuri data pribadi pemilik komputer via gerakan mouse. Permasalahan ini pun muncul sejak 1 Oktober 2012 lalu. Canggihnya, hacker masih bisa mendeteksi lokasi kursor meskipun browser dalam keadaan tidak aktif ataupun minimize.
Dikutip dari PC Mag, Microsoft telah mengakui adanya permasalahan ini. Mereka mengatakan bahwa permasalahan tersebut adalah bug dan mengungkapkan kepada Spider.io bahwa mereka belum ada rencana untuk mengatasi bug tersebut dalam waktu dekat.
Namun berbeda halnya di mata Spider.io. Mereka mengatakan bahwa dengan adanya permasalahan ini, hacker bisa memonitor kegiatan pengguna IE. Terlebih cara hacker untuk bisa melakukan hal ini tidak terlalu sulit. Para hacker tinggal menampilkan sebuah iklan pada sebuah situs tertentu dan menunggu hingga ada kunjungan dari iklan tersebut. Selanjutnya, jika tab tersebut selalu terbuka, maka hacker akan bisa memonitor gerakan mouse.

Friday, 22 February 2013

Pesawat Siluman Iran Hasil Rekayasa Photoshop?


Memiliki jet tempur "siluman" yang tak terdeteksi radar merupakan kebanggaan bagi sebuah negara, tak terkecuali Iran yang beberapa waktu lalu merilis foto Stealth Fighter Qaher-313.

Dalam foto yang dipublikasikan oleh situs Khouz News tersebut, pesawat buatan dalam negeri Iran ini tampak sedang mengangkasa di atas pegunungan bersalju. Sekilas, tampak tak ada yang salah dengan gambar itu.

Namun, sebuah analisis oleh blogger Iran mengungkapkan hal sebaliknya: besar kemungkinan foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital.


Pasalnya, seperti yang dilansir oleh PetaPixel, jet tempur Qaher-313 dalam foto tampak sangat mirip dengan sebuah foto sebelumnya yang menampilkan pesawat yang sama saat acara perkenalan di Teheran, 2 Februari lalu.

Sudut pengambilan gambar, pantulan cahaya, bahkan bayangan-bayangan pesawat di antara kedua foto tampak identik.


Soal Gunung Damavand yang dijadikan latar belakang, gambar tersebut disinyalir telah diambil dari situs penyedia foto PickyWallpapers.com.

Para pejabat Iran sendiri menyangkal tuduhan rekayasa foto tersebut, dan mengatakan bahwa semua keraguan atas terbangnya Qaher-313 di angkasa Iran sebagai "propaganda musuh".

Sebelum ini, Iran juga pernah memublikasikan sejumlah foto yang keasliannya diragukan, seperti ketika negara tersebut mengklaim berhasil mengirim monyet ke angkasa dan menciptakan pesawat tanpa awak.

Tuesday, 12 February 2013

Indonesia Masuk 10 Besar Penyumbang Spam Terbanyak

Perusahaan keamanan Kaspersky Lab telah merilis laporan terbarunya terkait email spam yang beredar di dunia maya.

Laporan bertajuk Spam Report 2012 ini melaporkan jumlah email sampah yang beredar mengalami tren yang menurun hingga mencapai tingkat terendah dalam 5 tahun terakhir.

Rata-rata spam pada 2012 lebih kecil 72,1 persen-82 persen dibanding tahun 2011. Penurunan jumlah spam seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang menarik dari laporan ini, Kaspersky merilis peringkat negara penghasil spam terbanyak. Indonesia masuk dalam sepuluh besar dengan berada di urutan ketujuh dengan presentase 3,1 persen.

Posisi pertama penyumbang spam terbanyak ditempati oleh China. 

China, yang pada 2011 bahkan tidak masuk dalam 20 teratas negara penyebar spam, menduduki tempat pertama dengan menyumbang 19,5 persen dari seluruh email spam 2012. 

Berikut 10 besar negara penyumbang spam terbanyak di dunia.

1. China
2. Amerika Serikat
3. India 
4. Vietnam
5. Brasil
6. Korea Selatan
7. Indonesia
8. Rusia
9. Inggris
10. Taiwan

Menurunnya jumlah spam

Menurunnya jumlah spam disebut oleh Kaspersky karena peningkatan perlindungan antispam secara keseluruhan. Filter spam sekarang dipasang di hampir semua sistem email, bahkan email gratisan sekalipun. 

Selain itu, tidak sedikit provider email mewajibkan kebijakan signature DKIM (signature digital yang memverifikasi domain pengirim email). Faktor lain di balik menurunnya jumlah spam adalah terjangkaunya harga beriklan di platform legal.

Situs-situs Pemerintah Bakal Dikawal "Tim Macan"

Serangan hacker "Anonymous Indonesia" minggu lalu seakan menunjukkan bahwa situs-situs milik pemerintah masih memiliki kerentanan dalam hal sekuriti.

Untuk meningkatkan keamanan-keamanan situs tersebut, diperlukan semacam pengecekan rutin untuk memeriksa celah-celah atau potensi ancaman yang ada.

Itulah yang hendak dilakukan oleh I Made Wiryana, praktisi IT yang juga mengelola situs Presiden RI. Caranya, melalui agen atau program yang akan secara otomatis memeriksa kelemahan-kelemahan yang ada pada situs bersangkutan.

"Jadi istilahnya tes penetrasi. Ada 'tiger team' yang melakukan uji keamanan terhadap situs-situsonline. Kalau agen menemukan anomali, misalnya tampilan situsnya berubah, ada exploit, atau kecepatan aksesnya melambat, akan langsung dilaporkan ke tim," ungkap Made.

Tiger team atau "tim macan" adalah istilah untuk sejumlah ahli yang ditugaskan mencari setiap kelemahan sekuriti yang ada pada sebuah sistem.

Menurut pria yang juga aktif sebagai dosen dan pegiat Linux di Indonesia ini, pengelola situs onlinetak ubahnya pemilik gedung yang mesti mengadakan pengecekan rutin terhadap bangunan. 

"Misalnya saya sebagai pemilik, tentulah saya ingin tahu, misalnya, bagaimana situasi penjagaan waktu malam hari, apakah satpamnya aktif berjaga atau tidur, lalu apakah sistem pemadam kebakaran berjalan baik atau tidak," Made memberi perumpamaan.

Tentu, pengecekan keamanan pun harus dilakukan seizin pemilik "bangunan" yang bersangkutan karena metode tes penetrasi yang dilakukan persis dengan hacker atau cracker yang bertujuan membobol situs.

"Antara pengecek keamanan dan maling, caranya sama, hanya motivasinya yang berbeda. Kalau maling kan tidak izin dulu, ha-ha-ha," canda Made. 

Agar tak salah disangka sebagai penyerang, Made mengatakan bahwa program otomatis ini akan diberi ID khusus yang sebelumnya sudah diketahui oleh pengelola situs. Terkait persoalan etiket, pengecekan keamanan memprioritaskan situs-situs pemerintah, terutama yang sudah memberi izin untuk diperiksa.

Untuk saat ini, metode pengecekan keamanan tersebut baru coba diterapkan di situs-situs pemerintah yang turut dikelola Made, yaitu situs Presiden RI, Wapres, Kemenpora, dan satu situs lagi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Soal eksekusi program itu nantinya, Made berharap bisa menggandeng pihak-pihak terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Computer Emergency Team Indonesia (ID-CERT).

Made mengharapkan semua situs pemerintah bisa turut berpartisipasi dalam program pengecekan keamanan otomatis itu. "Soalnya, aspek keamanan harus dimonitor secara kontinu. Celah sekuriti yang dua tahun lalu belum ada bisa saja muncul hari ini."

Lokal lebih mudah

Untuk meningkatkan keamanan situs-situs online di Indonesia, Made menyarankan agar para penyelenggara sistem elektronik termasuk situs pemerintah dan kalangan bisnis memindahkan data center atau pusat data ke Indonesia serta memakai domain ".id".

Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 (PP No 82/2012) tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang mewajibkan setiap penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di Indonesia.

"Saya sangat mendukung itu (PP No 82/2012) agar keamanannya mudah ditelusuri. Kita bisa minta data soal siapa saja yang akses ke PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Kalau domain '.info', misalnya, proses untuk itu terlalu panjang," papar Made. 

Dia melanjutkan, kebanyakan situs pemerintah dalam hal ini telah menggunakan domain lokal dengan akhiran ".go.id". "Meski ada juga beberapa yang belum karena berada di bawah departemen tertentu." 

Mengenai keamanan situs online milik sejumlah kementerian yang ada di Indonesia, Made mengatakan bahwa banyak di antara situs-situs tersebut merupakan proyek bisnis hasil kerja sama dengan pihak ketiga. "Begitu sudah selesai, maka monitoring-nya tidak dilanjutkan. Di sinilah pentingnya pengecekan keamanan secara kontinu," pungkasnya.

Wednesday, 30 January 2013

Cara Kepolisian Melacak Peretas Situs SBY

Tampilan situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, www.presidensby.info, Rabu (9/1/2013) pagi
Investigasi online pelaku peretasan situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beralamat di www.presidensby.com, membuahkan hasil setelah polisi bekerjasama dengan penyedia jasa internet melacak alamat internet protokol (IP Address) milik pelaku.

Menurut Ahmad Alkazimy dari lembaga keamanan jaringan komputer Indonesian Computer emergency Response Team (ID-CERT), tim polisi siber mendapatkan IP Address pelaku dari perusahaan penyedia jasa internet (internet service provider/ISP).

Dalam kasus ini, situs web www.presidensby.info menggunakan jasa ISP Jatireja Network. Jatireja Network melaporkan identitas pelaku dan sejumlah bukti digital. Begitu dilacak, IP Address itu berada di sebuah lokasi di Jember, Jawa Timur.

Pelaku peretasan diduga bernama Wildan Yani Ashari, yang bekerja sebagai administrator di CV Surya Infotama.

Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arief Sulistyo, mengatakan, CV Surya Infotama ini memiliki usaha warung telepon dan warung internet. "CV ini punya usaha di bidang warung telekomunikasi, kemudian jual sparepart komputer dan software," kata Arief di Jakarta, Selasa (29/1/2013)

Wildan kemudian ditangkap dan dibawa ke Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan.

ISP mencatat nomor IP Address semua pelanggannya, dan mengetahui lokasi penggunanya. Semua perangkat komputer yang terkoneksi dengan jaringan lokal maupun internet, akan memiliki IP Address. Ini ibarat alamat rumah untuk menandai tempat suatu komputer di jaringan lokal ataupun internet.

Jika pelaku memalsukan IP Address untuk mengaburkan jejak, atau menumpang di IP Address komputer lain di luar negeri, menurut Ahmad hal ini masih bisa dilacak dari alamat Media Access Control (MAC Address).

MAC Address yang juga sering disebut ethernet address, physical address, atau hardware address, pada umumnya menempel di setiap perangkat komputer dan sulit untuk diubah karena telah dimasukkan ke dalam Read-Only Memory (ROM).

Dalam aksinya, Wildan melakukan deface atau mengganti tampilan asli halaman utama. Wildan telah memperingati orang nomor satu di negeri ini, bahwa situs web informasi presiden "tidak terkunci rapat." Wildan tidak mencuri data, ia hanya masuk ke halaman lalu "mencorat-coret tembok" dengan teks "Hacked by MJL007" berwarna hijau, lalu meninggalkan logo dan teks "Jemberhacker Team" berwarna putih.

Pemuda 22 tahun itu terancam Pasal 22 huruf B Undang-Undang 36/1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan atau ayat 3, jo Pasal 32 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Roy Suryo Remehkan Ancaman Hacker Anonymous


Menteri Pemuda Olahraga, yang juga memahami telematika, Roy Suryo, mengatakan, ancaman dari hacker itu biasa. Namun demikian, Roy mengaku tetap menjaga server-server pemerintah, termasuk milik Kementerian Pemuda Olahraga hingga server yang menyajikan website Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Kantor Menpora pun menggunakan server yang sama, jadi sekaligus kami jaga agar aman dan insyaallah soal ancaman itu biasa,” kata Roy Suryo, kepada wartawan, di gedung parlemen, di Jakarta, Rabu (30/1).
Terkait soal situs presidensby.info yang dihack, Roy mengaku hal itu sudah diantisipasi. Menurutnya, ia sudah menyerahkan penuh informasi terkait itu kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Mantan anggota Komisi I DPR itu mengaku sudah berkomunikasi panjang lebar dengan Kabareskrim Komjen Pol Sutarman.
“Itu tugas terakhir saya kemarin ketika menjadi konsultan di sekretariat presiden ketika terjadi hacker itu. Saya menyerahkan penuh urutan itu kepada Bareskrim, karena itu sudah ditangani oleh Bareskrim,” ujarnya.
Ia mengatakan, kalau pun ada kekecewaan, itu biasa. Sebab, tegasnya, tidak ada hacker yang mengaku begitu saja. “Tapi ini agak bertolak belakang, sebab biasanya hacker kalau terungkap akan bangga milik dia,” katanya.
Roy memahami bahwa hacker sikapnya unik. Karenanya, Roy mengapresiasi banyak juga hacker yang akhirnya kembali menjadi hacker putih dan membantu negara.
Selain itu, pengganti Andi Mallarangeng itu juga mengajak kepada para pemilik situs untuk berinstropeksi. Bahkan pengelola situs presiden pun dimintanya lebih berhati-hati. “Sebenarnya waktu itu presiden.go.id tidak kena hack karena menggunakan doble domain. yang kena hack presiden.info,” tambah mantan anggota DPR itu.
Seperti diberitakan, kelompok hacker atau peretas terkemuka di dunia Anonymous ternyata menaruh perhatian atas penangkapan Wildan. Pemuda Jember, itu adalah pria yang berhasil menembus situs resmi Presiden SBY www.presidensby.info. Wildan sudah ditangkap oleh tim Cybercrime Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Kini organisasi tersebut mengancam menyerang beberapa situs resmi pemerintah jika Wildan tidak dilepaskan. Wildan merupakan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang bekerja sebagai operator warnet di Jalan Letjen Suprapto, Jember. Dia sudah bekerja selama dua tahun. Wildan diduga sebagai pelaku pembobolan situs resmi milik orang nomor satu di negeri ini. Wildan yang menamakan kelompoknya sebagai “Jemberhacker Team” pada 9 Januari lalu berhasil mengganti tampilan situs yang isinya memuat kegiatan presiden SBY. 

Data Pajak Keluarga SBY Terbongkar


Istana Minta Ditjen Pajak Menjelaskan ...
Sebuah koran nasional Indonesia berbahasa Inggris, Rabu (30/1) pagi  menurunkan berita terkait pelaporan pajak tahunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta kedua anaknya, Agus Harimurti dan Edhie “Ibas” Baskoro yang menimbulkan tanda tanya.
Dalam pemberitaan itu disebut dalam dokumen Surat Pemberitahuan (SPT) SBY dan kedua anaknya, yang berhasil didapatkan, tidak menyebutkan detail sejumlah penghasilan mereka yang didapatkan sepanjang tahun 2011.
Ketika dikonfirmasi pada pihak Istana Negara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan pemberitaan itu adalah hal yang biasa.
“Hal yang biasa, secara transparan selalu menyerahkan SPT tahunan, tiap tahun dilaporkan. Ini perlu, kalau ada selisih, kembalikan ke yang berwenang,” ujar Julian saat dihubungi wartawan, Rabu (30/1).
Namun, saat ditanya perihal seluruh data pajak Presiden dan keluarga yang ternyata bisa diakses media cetak itu, Julian enggan berkomentar lebih. Ia mengaku tak memiliki kewenangan menjawabnya.
“Ditjen Pajak sudah seharusnya menjelaskan itu. Yang paling berwenang dan pantas menjelaskan adalah ditjen Pajak,” tegas Julian.
Sebelumnya diberitakan, keaslian dokumen pajak Presiden dan dua puteranya itu dibenarkan oleh sejumlah sumber yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. SPT tahun 2011 yang dimasukkan pada kuartal pertama tahun 2012 tertulis, SBY disebutkan memperoleh penghasilan Rp 1,37 miliar selama setahun sebagai presiden dan tambahan Rp 107 juta dari sejumlah royalti.
Selanjutnya, dalam dokumen itu juga terungkap pada tahun 2011, SBY membuka sejumlah rekening bank yang total nilainya mencapai Rp 4,98 miliar dan 589.188 dollar AS atau sekitar Rp 5,7 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar AS). Tetapi tak disebutkan detail dari mana sumber dana sebanyak itu.
Media cetak nasional itu juga tak berhasil mendapatkan SPT SBY tahun sebelumnya dan juga tak tahu di mana dana-dana itu tersimpan, apakah berasal dari harta sebelumnya atau merupakan akumulasi terbaru.
Ini menjadi pemberitaan yang menghebohkan sejumlah pihak mengingat SBY selama ini selalu menekankan tentang pentingnya warga untuk memenuhi kewajiban pajak mereka termasuk keinginan untuk tranparansi bagi para pejabat publik.
“Mari kita ciptakan kultur pajak berbudaya, menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab,” demikian kata SBY di depan Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2009 ketika ia memasukkan SPT tahunan.
Selain itu, media cetak tersebut juga membuka SPT Agus. Dalam dokumen pada tahun 2011 disebutkan Agus memperoleh penghasilan tahunan Rp 70,2 juta. Agus adalah seorang perwira di Kostrad di Jakarta.
Namun pada dokumen pajak itu juga memperlihatkan, Agus membuka empat rekening bank berbeda dan sebuah akun deposito dengan total Rp 1,63 miliar. Melebihi penghasilannya. Tetapi tak ada informasi di dokumen itu yang dapat menjelaskan sumber-sumber dana tersebut dan pada bagian pendapatan tambahan, termasuk istri Agus, Annisa Pohan, dibiarkan kosong.
Agus terdaftar sebagai pembayar pajak sejak tahun 2007 namun baru memasukkan SPT pada tahun 2011.
Adiknya Ibas lalu memberikan penjelasan bahwa berdasarkan undang-undang, hanya perwira tinggi militer yang wajib melaporkan sumber kekayaan mereka. “Mas Agus sekarang hanya seorang mayor,” katanya, dalam email.
Ibas, yang menggambarkan dirinya sebagai pejabat publik dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR, mengaku selalu konsisten memasukkan pelaporan pajak ke KPK sejak tahun 2009. “Saya selalu memenuhi kewajiban saya untuk memasukkan pelaporan pajak tahunan sesuai dengan aturan,” katanya.
Berdasarkan SPT tahun 2011, Ibas memperoleh pengasilan Rp 183 juta sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat. Ia juga memiliki investasi sebesar Rp 900 juta di PT Yastra Capital, deposito sebesar Rp 1,59 miliar, dan uang tunai totalnya mencapai Rp 1,57 miliar.
Ibas tidak menyebutkan dalam SPT pendapatan lainnya seperti pembayaran dividen, donasi, saham ataupun jenis investasi lain. Ia memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar seperti yang tertulis dalam SPT tahun 2010 termasuk sebuah Audi Q5 SUV dengan harga Rp 1,16 miliar.
Sebagai seorang anggota DPR, Ibas diharuskan melaporkan kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di mana ia menyebutkan total aset pada tahun 2009 sebesar Rp 4,42 miliar. Dalam SPT tahun 2009, aset Ibas senilai Rp 5,18 miliar. Ia tidak menyebutkan adanya sumber pendapatan lain.
Sejak pemberitaan ini menjadi headline media massa, sejumlah pihak pun lansung membahasnya di akun Twitter. SPT keluarga Istana ini pun langsung mengundang kontroversi.

Serang Situs SBY, Penjaga Warnet Diciduk Polisi

Selama beberapa jam, Rabu (9/1/2013) webside presidensby.info berisi hacker. Webside yang muncul Hacked By MJL007, Jemberhacker team.
 Peretas situs web Presiden Susilo Bambang presidensby.info ditangkap oleh pihak kepolisian. Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan inisial WYA (20) tersebut diamankan oleh tim "Cyber Crime" telah dibawa ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta.

"Memang benar WYA ditangkap oleh tim Mabes Polri dan saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hal itu," kata Kapolres Jember AKBP Jayadi, Senin (28/1/2013).

WYA merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerja sebagai operator warung internet (warnet) dan teknisi komputer di salah satu warnet di Jalan Letjen Suprapto Jember.

Pemilik warnet tempat bekerja WYA, Adi Kurniawan mengaku tidak tahu dan tidak mengetahui kronologis penangkapan peretas situs presidensby.info yang diduga adalah karyawannya itu, namun yang bersangkutan terakhir kali masuk kerja pada Jumat (25/1/2013).

"Saya baru dikabari oleh karyawan lain dan handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tuturnya.

Pintu warnet, lanjut dia, sempat terkunci pada Sabtu (26/1/2013) dan kondisi ruangan warnet berantakan dan sepeda motor WYA ada di dalam ruangan.

"Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya.

Situs web presidensby.info yang menjadi salah satu penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden SBY kepada masyarakat sempat diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya "Jemberhacker Team" pada 9 Januari 2013.

Saat diretas, situs tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas "Hacked by MJL007", sementara di bawahnya tertera sebuah logo dan tulisan "Jemberhacker Team" berwarna putih. 

Peretas Situs SBY Belajar Meretas secara Otodidak

Tampilan situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, www.presidensby.info, Rabu (9/1/2013) pagi.
Wildan Yani S (22), hacker atau peretas situs resmi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, www.presidensby.info, merupakan lulusan sekolah teknik menengah (STM) jurusan teknik sipil. Tanpa latar belakang ilmu teknologi informasi ataupun sejenisnya, Wildan belajar meretas situs secara otodidak atau belajar sendiri.

"Dia belajar komputer secara otodidak. Dia alumnus atau tamatan STM pembangunan sipil," ujar Direktur Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Arief Sulistyo seusai Rapim Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2013). 

Wildan ditangkap di tempat kerjanya di daerah Jember, Jawa Timur, Jumat (25/1/2013) lalu. Wildan bekerja sebagai administrator di CV Surya Infotama yang memiliki usaha warung telekomunikasi (wartel) sekaligus warung internet. "CV ini mempunyai usaha di bidang warung telekomunikasi, kemudian jual sparepart komputer dan software. Dia bekerja sebagai admin," terang Arief.

Saat ini, Wildan masih berada di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan. Dari hasil pemeriksaan sementara, ia mengaku hanya iseng meretas situs Presiden SBY. Arief menjelaskan, Wildan mengganti tampilan asli pada halaman depan situs Presiden. Saat diretas, laman tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas "Hacked by MJL007", sementara di bawahnya tertera sebuah logo dan tulisan "Jemberhacker Team" berwarna putih. Hal itu juga dilakukannya pada situs lain, seperti www.jatireja.com dan www.polresgunungkidul.com. 

Penangkapan terhadap Wildan dilakukan melalui investigasi online terhadap situswww.jatireja.network yang merupakan internet service provider (ISP). Situs presidensby.info, tambah Arief, menggunakan ISP jatireja tersebut. "Ini (www.jatireja.network) adalah internet service provider. Dari hasil online investigation, kami dapatkan identitas dengan rangkaian yang panjang atau IPaddress-nya, dan posisinya di Jember. Posisi itu adalah warnet sehingga saat online langsung kita lakukan penangkapan," paparnya. 

Atas penangkapan itu, polisi menyita dua unit CPU di Jember. Sebanyak lima orang saksi yang juga pengelola situs telah diperiksa. Wildan pun saat ini masih menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Ia terancam Pasal 22 huruf B Undang-Undang 36/1999 tentang Telekomunikasi dan Pasal 30 ayat 1, ayat 2, dan atau ayat 3, jo Pasal 32 ayat 1 UU No 11/2008 tentang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Di samping itu, penangkapan Wildan memicu reaksi dari kelompok peretas internasional terkemuka, Anonymous. Mereka pun menyatakan "perang" terhadap Pemerintah Republik Indonesia dengan menumbangkan situs-situs berdomain ".go.id". Satu per satu situs-situs pemerintah diretas dan dengan target utama kembali melumpuhkan situs Presiden SBY. Sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari, tak kurang dari tujuh domain telah dilumpuhkan dan sebagian di-deface alias diganti tampilan berisi pesan peringatan. Situs-situs yang sudah dilumpuhkan antara lain beberapa sub-domain di situs KPPU, BPS, KBRI Tashkent, Kemenhuk dan HAM, Kemensos, dan Kemenparekraf, bahkan Indonesia.go.id. 

"Government of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon" (Pemerintah Indonesia tidak dapat membelenggu sebuah pemikiran. Tidak ada pasukan apa pun yang dapat menghentikan kami), demikian pernyataan di akun Twitter kelompok peretas tersebut, Rabu.

Serang Situs Pemerintah, Hacker Dikhawatirkan Juga Curi Data

Penangkapan Wildan Yani Ashari, pemuda asal Jember, Jawa Timur, yang diamankan Badan Reserse Kriminal Polri karena diduga meretas situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang beralamat di www.presidensby.info, menimbulkan reaksi dari kelompok hacker yang mengaku bernama "Anonymous Indonesia".

Sebagai bentuk solidaritas atas tertangkapnya Wildan, grup peretas tersebut melakukan sejumlah aksi serangan atas sejumlah situs milik pemerintah Republik Indonesia dengan domain ".go.id". Sebuah pernyataan bernada menyindir penanganan hukum di Indonesia terhadap kasus hackingpun tertuang di situs scripgratis.org.

Persoalan hacking ini pun menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi mereka tak hanya terbatas soal deface atau mengganti laman situs web saja, melainkan juga menjurus pada tindak pencurian data.

Seperti diutarakan oleh pemilik akun Twitter @bangaip_topdeh, misalnya, data-data sensitif dalam institusi-insititusi pemerintah yang menjadi korban serangan berpotensi bocor di internet. 

Akun Twitter ini gencar "berkicau" sejak kejadian penyerangan situs pemerintah sekitar dini hari tadi.

Menurut pemilik akun Twitter tersebut, hal ini pernah terjadi pada data e-mail dan password sejumlah akun e-mail milik Tentara Nasional Indonesia yang pada pertengahan 2011 lalu dibocorkan melalui situs online pasting pastebin.com oleh kelompok Anonymous.

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila data e-KTP milik sekian juta warga negara Indonesia berhasil dicuri dan diedarkan di internet.

Ramai di internet


Penangkapan Wildan dan reaksi yang ditimbulkan olehnya segera menjadi topik hangat di Twitter. Perbincangan mengenai isu ini bisa diikuti lewat hashtag #OpFreeWildan.

Sebagian pengguna Twitter memprotes ancaman hukuman yang dinilai terlalu berat untuk tindak "iseng" yang dilakukan oleh Wildan. Sebagian lainnya mempermasalahkan keamanan situs-situs milik pemerintah yang ternyata rentan dibobol hacker.

Wildan yang sehari-hari berprofesi sebagai penjaga warnet menghadapi ancaman penjara 12 tahun berikut denda 12 miliar rupiah. Pemuda lulusan SMK ini diciduk oleh Tim Cyber Crime Polri atas dugaan meretas situs Presiden SBY di www.presidensby.info pada 9 Januari lalu.

Media luar negeri seperti The Register dan Tech In Asia telah mulai membawa pemberitaan tentang kasus ini ke ranah internasional.

Akun Twitter @YourAnonNews yang selama ini dikenal sebagai "corong" grup Anonymous sendiri hingga kini belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait kasus peretasan Wildan dan reaksi grup yang menamakan diri "Anonymous Indonesia" tersebut. 

 
Bidz. Powered by Blogger.